Senin, 05 September 2011

Jakarta Masa Depan

Pada musim Lebaran 2011 ini, seperti tahun-tahun lalu, kota Jakarta sejenak mengalami kelengangan ditinggalkan warganya pulang kampung. Namun, seperti sudah diprediksi, setelah musim Lebaran selesai, kota ini akan didatangi bangsa Indonesia jauh lebih besar daripada sebelum Lebaran.
Juni yang lalu baru saja kita saksikan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta Ke-484. Perayaan ulang tahun terasa artifisial belaka. Tetapi, keinginan hidup di kota ini tetap saja tak terbendung bagi sejumlah warga. Meskipun pada akhirnya mereka tinggal di pinggiran kota ini, dampaknya juga terasa bagi dinamika ibu kota RI ini. Jakarta dan perkembangan kota sekitarnya menjadi tinggi dari sisi jumlah penduduk karena alasan ekonomi.
Persoalan dasar bertambahnya penduduk inilah yang memicu berbagai persoalan yang timbul kemudian. Sebetulnya jika dipikir masak-masak, persoalan tersebut tidak akan timbul jika pengelolaan terhadap kota ini dikembangkan secara sistematis, antisipatif, konsisten, dan visioner. Fakta menunjukkan tinggal di kota ini makin hari makin macet, kotor, semrawut, dan njlimet.

Irfan Ridwan Maksum
Guru Besar Tetap Ilmu Administrasi Negara FISIP-UI dan Advisor Local Governance Watch-UI

0 komentar:

Poskan Komentar