Presiden SBY akhirnya bersikap terhadap partai-partai mitra koalisi yang dianggap mbalelo dengan menyatakan bahwa yang tidak mematuhi Nota Kesepahaman Koalisi semestinya tidak bersama lagi dalam koalisi, baik di pemerintah maupun di DPR. Sikap Presiden tersebut adalah puncak toleransi atas sikap Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera, dua partai mitra yang baru-baru ini menginisiasi Angket Mafia Pajak setelah sebelumnya menginisiasi Angket Century. Meskipun inisiatif angket kali ini kandas karena kalah dukungan, drama politik terus berlanjut. Alhasil, pernyataan Presiden kemudian dikaitkan dengan kemungkinan reshuffle Kabinet.
Dodik Ariyanto
Pengamat Politik, lulusan University of Canterbury
0 komentar:
Poskan Komentar